Semarang - Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah melaksanakan kegiatan Ziarah dan Wisata Religi 2025 selama dua hari sebagai bagian dari program penguatan spiritual, pembentukan karakter, serta pengenalan sejarah perjuangan ulama Nusantara.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Prof. Dr. KH. Ahmad Izzzuddin, M.Ag., yang menegaskan bahwa ziarah merupakan sarana penting untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu, ulama, dan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian Ziarah di Awal Perjalanan
Perjalanan diawali dengan ziarah ke makam orang tua pengasuh, KH. Sirodh Chudlori dan Nyai Hj. Zahrotul Mufidah, yang berada di wilayah Jerakah Tugu Semarang. Di lokasi ini, rombongan melaksanakan doa dan tahlil sebagai bentuk bakti kepada keluarga serta penguatan nilai penghormatan kepada orang tua.
Rangkaian berikutnya adalah ziarah ke makam ulama besar KH Sholeh Darat di Semarang, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa serta guru dari banyak ulama besar Nusantara.
Lanjutan Perjalanan ke Jawa Timur
Setelah rangkaian di Semarang, perjalanan dilanjutkan ke Jawa Timur dengan mengunjungi PP Al Falah Ploso Kediri serta ziarah ke Makam Masayikh Ploso. Di lokasi ini, santri mengikuti doa bersama dan pembacaan tahlil dengan penuh kekhusyukan.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Jombang untuk berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh bangsa yang dikenal luas dalam Abdurrahman Wahid sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Indonesia.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PP Amanatul Ummah Mojokerto sebagai bentuk silaturahmi antar lembaga pendidikan pesantren.
Sebagai penutup, rombongan menikmati wisata religi di Telaga Sarangan yang menjadi momen refleksi dan kebersamaan setelah rangkaian ziarah spiritual.
Tujuan dan Harapan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas santri, mengenalkan sejarah para ulama, serta membangun karakter santri yang berakhlakul karimah, mandiri, dan berwawasan luas. Pengasuh pesantren, Prof. Dr. KH. Ahmad Izzzuddin, M.Ag., berharap kegiatan ini menjadi bekal penting bagi para santri.
Kegiatan Ziarah dan Wisata Religi 2025 ditutup dengan penuh rasa syukur, kebersamaan, serta semangat baru bagi para santri untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkannya di masyarakat.

