Pengurus Life Skill Daarun Najaah Masa Khidmah 2026-2028 Resmi Dilantik, Pengasuh Tekankan Disiplin dan Pengembangan Potensi Santri

 


SEMARANG, 07/10/2026 — Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah resmi melantik pengurus baru masa bakti 2026-2028. Prosesi pelantikan menjadi momentum estafet kepemimpinan sekaligus peneguhan amanah para santri dalam menjalankan roda kepengurusan pesantren selama dua tahun ke depan. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh santri M. Fathan Mubarok, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ust. Muhammad Zayyan Syahdan, S.Pd. Suasana acara semakin khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Yallal Wathon, serta Mars Life Skill Daarun Najaah yang dipimpin oleh Santriwati Aida Najihah Nurusshufa. Rangkaian berikutnya adalah pembacaan Surat Keputusan Pembaiatan dan struktur kepengurusan baru. Kepengurusan masa bakti 2026-2028 mencakup sejumlah divisi, di antaranya Divisi Keamanan, Divisi Kesehatan dan Olahraga, serta Divisi Media dan Dokumentasi. Selain itu, struktur kepengurusan juga meliputi Pengawas Pusat serta pengurus di empat asrama putra dan empat asrama putri. 

Prosesi inti kemudian dilaksanakan melalui ikrar pelantikan dan pengesahan pengurus oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Prof. Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. Setelah pengucapan ikrar, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama pengurus baru dengan pengasuh pesantren. Usai prosesi pelantikan, Lurah Pondok Putra Baru, Rizqon Aulia Al-Rahman, S.E., menyampaikan bahwa amanah kepengurusan merupakan tantangan baru bagi dirinya bersama jajaran pengurus. Ia meminta rida, doa, dan dukungan dari Kiai, Nyai, serta seluruh santri selama menjalankan amanah kepengurusan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan kehidupan pondok tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama seluruh santri. Salah satu hal yang ditekankan Rizqon adalah pentingnya manajemen waktu dan kedisiplinan bersama. Kebiasaan sederhana, seperti segera bangun dan mandi ketika dibangunkan, menurutnya merupakan bagian dari kedisiplinan yang dapat membuat berbagai tugas dan kegiatan pondok berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Lurah Pondok Putri Baru, Ulin Ni'mah, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para santri. Ia menegaskan bahwa jabatan lurah bukan semata-mata kedudukan personal, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama. Ulin mengajak seluruh santriwati untuk saling mendukung, terbuka terhadap kritik dan saran, serta bersama-sama menjaga kenyamanan dan kekompakan kehidupan di pondok. “Bukan tentang siapa yang menjadi lurah, tetapi tentang bagaimana tumbuh dan berproses bersama,” demikian prinsip kepemimpinan yang ia tekankan dalam sambutannya. Pengasuh Tekankan Keseimbangan Ibadah, Akademik, dan Organisasi.

Pengarahan Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Prof. Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag., menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut. Dalam penyampaiannya, beliau tidak hanya memberikan pesan kepada pengurus baru, tetapi juga mengulas perjalanan berdirinya pesantren serta arah pengembangan pesantren ke depan. Dalam kilas baliknya, Prof. Izzuddin (sapaan lain beliau) menceritakan perjuangan awal merintis Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah.

Dalam sesi tersebut kepada para santri, Prof. Izzuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah, kegiatan akademik, dan organisasi. Santri, menurut beliau, perlu mampu memfilter berbagai kegiatan kampus maupun kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Keaktifan di luar pesantren hendaknya tidak sampai mengorbankan kewajiban utama sebagai santri, seperti salat berjemaah, mengaji Al-Qur'an, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan pondok.

Pengurus Baru Disiapkan Jalankan Agenda Strategis Pesantren

Selain persoalan kedisiplinan dan keamanan, pengasuh juga menyampaikan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi perhatian kepengurusan masa bakti 2026-2028. Salah satunya adalah pelaksanaan rapat kerja rutin pengurus yang direncanakan berlangsung dua pekan sekali. Rapat kerja tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyusun program dan arah kerja kepengurusan selama masa bakti berlangsung. Pengembangan media dan website pesantren juga menjadi salah satu perhatian. Publikasi melalui website dan media sosial pesantren didorong untuk kembali aktif, setidaknya satu kali dalam sepekan. Selain sebagai sarana publikasi kegiatan, media pesantren diharapkan mampu memberikan respons yang cepat terhadap informasi terbaru.

Di bidang pengembangan potensi, para santri juga didorong untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan kapasitas. Beberapa peluang yang disebutkan antara lain beasiswa S2 dan S3, Beasiswa Gubernur Jawa Tengah, pelatihan amil dan nazir, hingga pelatihan mufti ke Mesir. Pesantren juga diarahkan untuk memperkuat hubungan dengan para alumni. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah proyeksi untuk menyelenggarakan pertemuan melalui Zoom secara rutin setiap bulan bersama alumni yang telah berkiprah di luar negeri, termasuk alumni yang berada di Belanda dan Cina.

Rangkaian kegiatan pelantikan kemudian ditutup dengan doa syang dipimpin oleh santri Bagus Sandi Pramudio. .Pelantikan pengurus masa bakti 2026-2028 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kepengurusan baru diharapkan menjadi bagian dari proses kaderisasi santri, penguatan kedisiplinan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan potensi santri dan pesantren secara berkelanjutan.